ALLAH JADIKAN ISLAM DIANTARA TAFRITH DAN IFRAATH

 

diambil dari faedah kajian:

๐Ÿ“˜ Kitab Riyaadhusshaalihiin | BAB 14 (Bersikap Proposional dalam Beragama)

๐Ÿ‘ค K.H. AHMAD ZAINUDDIN AL-BANJARY ุญูŽููุธูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู

๐Ÿ“† Selasa, 2 Jumadilawal 1443 H / 7 Desember 2021

๐Ÿ•Œ Masjid Umar bin Khattab โ€“ Barito Kuala

 


 

Bersikap Proposional atau Pertengahan

ุจูŠู† ุงู„ุฅูุฑุงุท ูˆุงู„ุชูุฑูŠุท

artinya: “antara berlebih lebihan atau meremehkan”

ุงู„ุนุจุงุฏุฉ: ุงู„ุฎุถูˆุน ูˆ ุงู„ุฎุดูˆุน
ุทุฑูŠู‚ ู…ุนุจุฏ

artinya: “jalan yang turun”

ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ู‡ูŠ ุงุณู… ุฌู…ูŠุน ู„ูƒู„ ู…ุง ูŠุญุจู‡ ูˆ ูŠุฑุถุงู‡ ู…ู† ุงู„ุฃู‚ูˆุงู„ ูˆุงู„ุฃูุนุงู„ ….

artinya secara istilah: “Seluruh jenis (perkataan, perbuatan, amalan hati, dll.) yang dicintai oleh Allah dan diridhoinya”

 

Contoh ibadah dengan perkataan adalah Amar ma’ruf Nahi munkar, Dakwah, Tasbih, dll.

Contoh ibadah dengan hati adalah Khusu’, Khudu’, Tawakal, dll.

Contoh ibadah dengan anggota tubuh adalah Salat, Puasa, Haji, dll.

 

Maka, ibadah tidak hanya yang praktik saja

ุงู„ุฅุนุชุตุงุฏ ููŠ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ

contoh: antara berlebihan dalam salat malam dan tidak pernah salat malam.
lalu berlebih berzikir (sampai jingkrak-jingkrak) dan tidak pernah berzikir.

dan tidak berlebih-lebihan dalam sesuatu itu sifat ajaran Islam.

 

contoh:
dalam menanggapi ‘Pelaku dosa besar’
Islam, dengan istighfar
Yahudi, dengan bunuh diri
Nasrani, dengan membiarkan dosa kepada Tuhan karena dosa hanya ada kepada sesama manusia

 

dalam menanggapi ‘Nabi Isa bin Maryam’
Islam, mengakuinya sebagai putra Maryam
Yahudi, mengakuinya sebagai putra zina
Nasrani, mengakuinya sebagai putra Allah

 

dalam ‘bersuci’
Islam, membersihkan bagian yang kotor
Yahudi, jika ada bagian yang terkena najis maka harus dipotong atau dibuang
Nasrani, Merekehkan bersuci

 

dalam menanggapi ‘Pelaku dosa besar’
Ahlussunnah, Iman bertambah dan berkurang
Murjiah, Iman satu kesatuan
Khawarij, Hilang imannya

 

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman,
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
Al-Baqarah:185

 

Kaitan BAB dengan ayat:

1. Allah menginginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan. Islam senantiasa mudah.

contohnya jika kita tidak bisa salat berdiri maka duduk, jika tidak bisa duduk maka rebahan, dst.

jika tidak bisa puasa maka ganti dilain hari.

Dan Islam tidak mengajarkan sikap berlebihan dan meremehkan.

Pelajaran dari surah Al-Baqarah ayat 186 adalah..
Pelajaran pertama, Allah memiliki Keinginan yang disebut sebagai Iraadatullah yang terbagi menjadi dua yaitu: Al-Iradah Al-Kauniyyah Al-Qadariyah dan Al-Iradah Asy-Syar’iyyah Ad-Diniyyah

Al-Iradah Al-Kauniyyah Al-Qadariyah adalah keinginan berupa kekuasaan apapun diatas muka bumi ini seluruhnya keinginan Allah.
contoh, Mau dia menikah atau berzina seluruhnya pasti keinginan Allah.

adapun sifat dari Al-Iradah Al-Kauniyyah Al-Qadariyah

pertama, Tidak musti dicintai Allah
contoh, adanya Iblis itu atas keinginan siapa? Allah, tapi tidak dicintai oleh Allah.
contoh lainnya adalah adanya orang berzina dll.
kedua, Pasti terjadi
dalilnya dalam surah Yasin ayat yang berbunyi,
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, โ€œJadilah!โ€ Maka jadilah sesuatu itu.”

Al-Iradah Asy-Syar’iyyah Ad-Diniyyah adalah keinginan Allah berupa syari’at

adapun sifat dari Al-Iradah Asy-Syar’iyyah Ad-Diniyyah adalah

pertama, pasti dicintai Allah subhaanahu wa ta’ala
kedua, tidak pasti terjadi

Dalam kasus aqidah yang menyimpang, ada dua poros golongan yang berbeda 180 derajat, yaitu antara Jabriyyah dan Qadariyah

Jabriyyah mengatakan bahwa manusia ini seperti robot (tidak ada daya kuasa dan kekuatan)

Qadariyah mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh manusia seluruhnya adalah kekuasaannya tanpa ada campur tangan Allah sama sekali, dan perkataan ini persis seperti apa yang dikatakan oleh Majusi

Adapun Ahlus Sunnah wal Jama’ah dipertengahan, yaitu manusia memiliki keinginan tetapi semua keinginan manusia adalah ciptaan Allah.

Pelajaran kedua, ibnu katsir mengatakan bahwa ayat ini mengandung banyak sekali faedah, paling tidak ada empat permasalahan dalam ayat ini.

#Apa hukum berbuka puasa saat bersafar?
jawab: Sebagian sahabat dan Taabi’in adalah wajib berbuka saat safar.
dengan dalil hadits bahwa Allah mencintai hambaNya yang mengambil rukhshohNya.

Namun pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur yaitu boleh berbuka dan boleh berpuasa tergantung kondisi dan keadaan.
dengan dalil hadits Anas bin Malik, “saat kami bersafar bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam bulan Ramadhan maka sebagian berbuka dan sebagian tetap berpuasa tanpa ada satupun diantara mereka mencela.”

Namun puasa juga bisa menjadi Makruh, didapati dalam sebuah hadis bahwa ada seorang sahabat yang Pingsan lalu ditanya oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam apa yang menyebabkannya pingsan lalu dia menjawab bahwa dia memaksakan dirinya untuk berpuasa. Lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

 

ู„ูŠุณ ู…ู† ุงู„ุจุฑ ุงู„ุตูŠุงู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ

artinya: “tidaklah termasuk dalam kebaikan berpuasa saat dalam keadaan safar”.

 

Puasa juga bisa menjadi haram saat membahayakan nyawa.
karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah memerintahkan untuk berbuka lalu ada sahabat yang tidak berbuka, lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda “barangsiapa yang berpuasa disaat safar maka itu adalah kemaksiatan.”

 

#Apakah saat seseorang berbuka (ramadhan), lalu mengqodho dibulan lain harus berurutan atau boleh selang-seling?
jawab: boleh selang-seling

 

#Apabila ada orang yang sakit lalu tidak sanggup maka boleh dia berbuka.
sakit ada dua, Akut (boleh berbuka, namun mengganti) dan Kronis (boleh tak berpuasa, namun bayar fidyah)

 

Dan ini termasuk dari salah satu metode dakwah kepada orang selain Islam.

 

Pelajaran ketiga, begitupula cara mendidik anak.

contoh ketika bayi baru lahir langsung dikasih cadar, maka ini berlebihan!
contoh harus makan makanan yang paling enak, lalu berangkat ke Singapura hanya untuk makan nasi goreng, maka ini berlebihan juga.

dan ana peringatkan untuk kaum muslimin agar tidak pelit terhadap keluarga! karena Setiap manusia itu adalah hambanya kebaikan.

 

Ditulis oleh,
Juru Tulis Pesantren Intan Ilmu & Masjid Umar bin Khattab