KUNCI SELAMAT DARI PERPECAHAN

 

diambil dari faedah kajian:

📘 Kitab Riyaadhusshaalihiin Karya Al Imam An Nawawi Asy-Syaafi’i rahiimahullah | Ayat keempat | Bab 16 (Perintah Menjaga Sunnah dan Adab-adabnya)

👤 UST. ARIF USMAN ANUGRAHA hafizhahullah

📅 Senin, 11 Syakban 1443 H / 14 Maret 2022

🕌 Masjid Umar bin Khattab – Barito Kuala

 


 

Keutamaan Rawi hadis:

1. Beliau Sahabat yang mulia bernama Al-Irbadh bin Sariyah

2. Lahir dan wafat di Kota Syam (w. 75 H)

3. Imam Adz-Dzahabi mengatakan tentang Al-Irbadh, “Beliau termasuk orang yang mudah untuk menangis (karena Allah) dan termasuk dari Ashaabus Suffah”

Perlu diketahui terkait Ashaabus Suffah adalah kalangan Muhajirin yang diberikan tempat khusus bagi mereka yang tidak mendapat jatah tempat tinggal di Madinah. Dengan segala keterbatasan tersebut mereka sangat terkenal dengan ibadah dan menimba ilmu. Keseharian mereka berkutat pada ibadah, ilmu, dan berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Hadis:

1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selain menyanpaikan hadis-hadis beliau juga menyampaikan maw’izhah, namun tidak terlalu sering. Perihal demikian juga terjadi ketika Abdullah bin Mas’ud menyampaikan maw’izhah kepada para muridnya, lalu muridnya bertanya, “wahai ibnu masud kami sangat menyukai maw’izhah yang engkau sampaikan, kenapa engkau tidak menyampaikannya setiap hari?”. Lalu ibnu Mas’ud menjawab, “Tidaklah ada yang menghalangiku kecuali aku benci membuat kalian bosan.”

Dan hal ini tidak lain, mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

2. Ada perbedaan antara Maw’izhah dan “Mengambil Ilmu”.
Maw’izhah nasehat yang singkat padat yang harapannya dapat diambil pelajaran dan memakai kata-kata yang fasih.

3. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan dengan singkat, padat dan menyentuh hati

4. Dan keadaan para sahabatpun berderai air mata, hal ini taklain adalah salah satu tanda orang beriman. Seperti yang Allah sebutlan dalam surah Al-Anfal ayat 2 dan surah Al-Hajj ayat 35

5. “Maka wasiatkanlah kami..” Wasiat yang dimaksud oleh para sahabat adalah wasiat yang mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan hanba untuk memperoleh kebagian dunia dan akhirat”

6. Dan dua wasiat pertama adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat

7. “Walaupun kalian disuruh oleh seorang budak..” ini adalah penekanan. Karena seorang budak para dasarnya tidak mungkuin menjadi pemimpin, sehimgga ada sisi kemustahilan untuk menjadi pemimpin. Karena budak tidak memiliki kekuasaan bahkan untuk dirinya sendiri (semuanya milik majikannnya)

8. Pembahasan wajibanya menaati pemimpin adalah pembahasan yang panjang. Namun ketaatan hanya dijalankan pada kebaikan.

9. Maka bagaimana kita menghadapi perpecahan? Maka kembalilah kepada sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

10. Tidak dikatakan kebenaran kecuali mencakup tiga aspek:

a. Berdalil
b. Dengan Dalil yang shahih
c. Dengan faham yang benar

11. Lalu kenapa tidak kita fahami sendiri langsung dari hadisnya? Karena siapa kita dibandingkan sahabat Nabi

12. Kita harus betul-betul berpegang teguh dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, jika ingin selamat

13. Ancaman diakhir hadis ini adalah salah satu fitnah yang sangat banyak menyebar pada zaman ini

14. Tidak dikatakan bid’ah kecuali terkumpul didalamnya tiga hal:
a. Sesuatu yang baru
b. dalam perihal agama
c. tidak disandarkan kepada dalil syar’i

15. Adapun perihal duniawi yang dapat memberikan kemanfaatan untuk ummat maka berkreasilah. Allah berfirman, “Dan Dia lah (Allah) yang menciptakan bumi dan seluruh yang diatasnya untuk kalian”

16. Adapun perkara agama sudah ada ketetepannya!

17. Maka wajib seorang muslim berpegang teguh dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

 

Ditulis oleh,
Juru Tulis Pesantren Intan Ilmu & Masjid Umar bin Khattab